Rabu, 17 Juni 2009
Tarian Pena
Aku ingin mengawali sajak ini
Dengan pena tengadah dan
menantang semua kata dalam otakku
Namun, pada siapa kutohokkan pena ini?
Pada langit yang maha megah?
Pada hujan yang berlari kencang?
Pada embun kebisuan pagi?
Ataukah,
aku titipkan pada angin
hingga membawanya ke pelupuk matamu dan
menuliskan sajak pada putih yang selama ini kukenal baunya
kukenang beningnya dan kuhafal tajamnya?
Bukan.
Aku ingin mengawali sajak ini
Dengan pena menari
Pada selembar laut
yang tenang meliuk pelan
Meraba tentang makna yang lugu lalu
Membiarkannya menelan butirbutir api
yang dingin melangkahi akalku
Dengan pena tengadah dan
menantang semua kata dalam otakku
Namun, pada siapa kutohokkan pena ini?
Pada langit yang maha megah?
Pada hujan yang berlari kencang?
Pada embun kebisuan pagi?
Ataukah,
aku titipkan pada angin
hingga membawanya ke pelupuk matamu dan
menuliskan sajak pada putih yang selama ini kukenal baunya
kukenang beningnya dan kuhafal tajamnya?
Bukan.
Aku ingin mengawali sajak ini
Dengan pena menari
Pada selembar laut
yang tenang meliuk pelan
Meraba tentang makna yang lugu lalu
Membiarkannya menelan butirbutir api
yang dingin melangkahi akalku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar